
Kamis, 30 September 2010
back to solo

Selasa, 22 Desember 2009
Indonesia's Sketchers @ Surakarta
Journal
Menutup tahun 2009, Eve mengajak saya untuk sketching di Surakarta.
Yah, kebetulan juga pas liburan akhir tahun, dan
Awalnya hanya saya dan adik saya (reza, 8th) yang hadir dan bersketsa, kemudian datang Eve bersama adiknya, dan kemudian mas Doni yang datang dari Jogja ikut bersketsa bersama di pasar windujenar ini.
Perkembangan pasar windujenar ini sendiri cukup unik seiring perkembangan jaman. Kondisi yang kami tangkap melalui sketsa kali ini adalah kondisi pasar yang baru saja dipugar dengan bentuk yang lebih modern dan nyaman. Dengan tentunya sesuai dengan estetika lingkungan yang ada. Sayangnya karena terhitung pasar yang baru, pembentukan karakter kiosnya masih belum terasa kental.
Pasar barang antik yang berlokasi di pusat
Meskipun secara fisik pasar barang antic tradisionalnya berubah menjadi pasar modern, pola komunikasi antara pedagang dan pembeli di sini masih cukup tradisional, dengan tawar menawar, dan bahkan anda bias melakukan barter disini.
Teristimewa dari pasar Windujenar sekarang ini adalah adanya public space yang cukup luas dan cantik untuk masyarakat
ada beberapa anak dari pedagang barang antik di pasar windujenar yang ikut nimbrung, hingga akhirnya saya beri mereka kertas dan pensil untuk ikut menggambar.
Selasa, 15 Desember 2009
Kesederhanaan dalam Musafir yang lugu.
Kesederhanaan dalam Musafir yang lugu.

His name is Sam Sun
He loves Wu-shu, Body building, Capoera, Martial arts, and ART (specially sketching).
He was having long hair like Chinese oldskool kung fu movie but now got baldhead, ”Like shaolin warrior’ as he told me.
He came from Madiun,
And he don’t use phone as well as he not using computers, internet, and camera digital.
He likes to be a ‘Musafir’ when he doesn’t go farming in his village. Taking his drawing board with lot of papers, sketching everything he saw everywhere. But in morning and evening, you’ll see him practicing his martial art, jogging, and do some looping jump.
He was registered at my college at year of 2000, and got drop out a year later. Then, he goes re-entry at year 2002 as new student just for a year too. His favorite class is drawing class. And he still likes to hang out around campus, that’s a reason why even new student know him, and it was the easy way to find him to.

He likes to use many media and technique, but mostly he likes to use drawing pen and pencil. Too bad that he never use sketch book, he often use A4 70g HVS paper, and sometimes get good papers from friends.
He likes to use color pencils to for some work. But sometimes he like to play with other media too.
He likes to draw animals too, and like a hunter, he could stand still ignore anything to get some good natural pose of animals like birds, or other wildlife animals. Though he also likes to go to zoo
For his body building and muscles, he need a lot of food nutrition. And he likes to sketch what he will eat.
Normally he draw with his right hand, but he sure can draw with left hand too. And even he try and practice using his foot to draw too.
He likes to sketch everything and everywhere and every time, specially where many people/crowd/event held. At 2005, his friends in campus invite him for exhibition at campus for more than 700 sketchs he made, maybe now it more than 2000 sketchs he already done.
Yang tak terbayarkan adalah kepolosan dan ketulusannya sebagai seorang teman dalam kesederhanaan hidupnya sebagai seorang musafir yang nomaden saat ia melangkahkan kakinya keluar untuk berpetualang.*
*=please find the mean by your own language
Kamis, 03 Desember 2009
Indonesia sketchers... raise my live sketching passion again













